sistem multimedia pertemuan 9

1. Jelaskan Elemen-elemen citra digital

Citra Digital

Citra digital merupakan representatif dari citra yang diambil oleh mesin dengan bentuk pendekatan berdasarkan sampling dan kuantisasi. Sampling menyatakan besarnya kotak-kotak yang disusun dalam baris dan kolom. Dengan kata lain, sampling pada citra menyatakan besar kecilnya ukuran pixel (titik) pada citra, dan kuantisasi menyatakan besarnya nilai tingkat kecerahan yang dinyatakan dalam nilai tingkat keabuan (grayscale) sesuai dengan jurnlah bit biner yang digunakan oleh mesin, dengan kata lain kuantisasi pada citra menyatakan jumlah warna yang ada pada citra.

Elemen - elemen citra digital :

Kecerahan (brightness)

Kecerahan disebut juga sebagai intensitas cahaya. Kecerahan pada suatu titik (piksel) di dalam suatu citra sebenarnya adalah intensitas rata-rata dari suatu area yang melingkupinya.

 Kontras (contrast)

Kontras menyatakan sebaran terang (lightness) dan gelap (darkness) dalam suatu citra. Citra dengan kontras rendah dicirikan oleh sebagian besar komposisi citranya adalah terang atau sebagian besar gelap. Citra dengan kontras yang baik, komposisi gelap dan terangnya tersebar secara merata.

 Kontur (contour)

Kontur adalah keadaan yang ditimbulkan oleh perubahan intensitas pada pixel-pixel yang bertetangga. Karena adanya perubahan intensitas inilah, maka tepi-tepi (edge) objek pada citra dapat dideteksi.

 Warna (color)

Warna adalah persepsi yang dirasakan oleh sistem visual manusia terhadap panjang gelombang cahaya yang dipantulkan oleh objek. Setiap warna mempunyai panjang gelombang ( ) yang berbeda-beda. Warna yang diterima oleh sistem visual manusia (mata) merupakan hasil kombinasi cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda-beda. Kombinasi warna yang memberikan rentang warna yang paling lebar adalah red (R)green(G), dan blue(B).

Bentuk (shape)

Bentuk adalah properti intrinsik dari objek tiga dimensi. Bentuk merupakan properti intrinsik utama untuk sistem visual manusia karena manusia lebih sering menginterpretasikan suatu objek berdasarkan bentuknya daripada elemen lainnya.

 Tekstur (texture)

Tekstur dicirikan sebagai distribusi spasial dari derajat keabuan di dalam sekumpulan pixel-pixel yang bertetangga. Sehingga, tekstur tidak dapat didefinisikan untuk sebuah pixel. Tekstur merupakan karakteristik untuk menganalisa permukaan berbagai jenis citra objek.

2.Tahapan kompresi citra menggunakan matlab

 Sesuaikan pengaturan dalam property Inspector dengan cara mengeklik komponen 2 kali, maka akan tampil jendela property Inspector
 -Langkah pertama dengan mendesain tampilan kompresi citra
    -Simpan desain tampilan, setelah berhasil menyimpan maka akan muncul editor untuk menulis coding.
    function varargout = aplikasi(varargin)

gui_Singleton = 1;
gui_State = struct('gui_Name', mfilename, ...
'gui_Singleton', gui_Singleton, ...
'gui_OpeningFcn', @aplikasi_OpeningFcn, ...
'gui_OutputFcn', @aplikasi_OutputFcn, ...
'gui_LayoutFcn', [] , ...
'gui_Callback', []);
if nargin && ischar(varargin{1})
gui_State.gui_Callback = str2func(varargin{1});
end

if nargout
[varargout{1:nargout}] = gui_mainfcn(gui_State, varargin{:});
else
gui_mainfcn(gui_State, varargin{:});
end

function aplikasi_OpeningFcn(hObject, eventdata, handles, varargin)
handles.output = hObject;
guidata(hObject, handles);

function varargout = aplikasi_OutputFcn(hObject, eventdata, handles)
varargout{1} = handles.output;

function btn_buka_Callback(hObject, eventdata, handles)

[nama_file1, nama_path1]=uigetfile( ...
{'*.bmp;,*.jpg','File Citra(*.bmp,*.jpg)';
'*.bmp','File Bitmap(*.bmp)';...
'*.jpg','File JPEG(*.jpg)';
'*.*','Semua File(*.*)'},...
'Buka File Citra Host/Asli');
if ~isequal(nama_file1, 0)
handles.data1=imread(fullfile(nama_path1,nama_file1));
info = imfinfo(fullfile(nama_path1, nama_file1));
size_file = info.FileSize/1000;
guidata(hObject,handles);
handles.current_data1=handles.data1;
axes(handles.citra_asli);
imshow(handles.data1);
set(handles.text4,'String',nama_file1);
set(handles.text5,'String',size_file);

else
return;
end

function btn_kompres_Callback(hObject, eventdata, handles)
[nama_file_simpan, path_simpan]=uiputfile(...
{'*.jpg','File citra(*.jpg)';
'*.jpg','Citra JPEG(*.jpg)';...
'*.*','Semua File(*.*)'},...
'Menyimpan File Citra Hasil Kompresi JPEG');

imwrite(handles.data1, fullfile(path_simpan,nama_file_simpan));
citra_kompres=imread(fullfile(path_simpan,nama_file_simpan));
guidata(hObject,handles);
axes(handles.citra_kompresi);
imshow(citra_kompres);
info = imfinfo(fullfile(path_simpan,nama_file_simpan));
size_file_simpan = info.FileSize/1000;
set(handles.text8,'String',nama_file_simpan);
set(handles.text9,'String',size_file_simpan);


function btn_keluar_Callback(hObject, eventdata, handles)

selection=questdlg(['Keluar ' get(handles.figure1,'Name')''],...
['Keluar ' get(handles.figure1,'Name')''],...
'Ya','Tidak','Ya');
if strcmp(selection,'Tidak')
return;
end
delete(handles.figure1)
  -Setelah desain form sudah jadi, maka kita bisa coba untuk mengkompresi gambar dengan cara klik Button " Buka Citra", kemudian pilih gambar yang akan di kompres.
     -Lakukan kompes gambar dengan mengeklik tombol Button " Kompresi", maka akan muncul form dialog untuk menyimpan gambar hasil dari kompresi
     -Lihat hasil gambar Asli dan gambar yang sudah di kompresi. Ukuran file gambar tersebut berubah menjadi kecil dari 38,411 Kb menjadi 33,729 Kb. Akhiri aplikasi tersebut dengan tombol "Keluar", pilih "Ya".

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas sistem multimedia

TOP0LOGI JARINGAN